ASI dan MANFAAT MENYUSUI
|
Benarkah demikian? Setiap ada masalah tentu ada solusinya. Kendala yang ada tersebut dapat ditanggulangi dengan persiapan untuk menyusui selama masih dalam kehamilan selain itu bila ibu bekerja maka ibu dapat menyiapkan perasan susu ibu sebelum ibunya berangkat kerja sehingga selama bekerja sudah ada persiapan ASI untuk bayinya. Hal lain yang dapat dilakukan adalah ibu dapat pulang sebentar untuk memberikan ASI atau bayinya disusulkan ke tempat kerja pada jam-jam tertentu sehingga bayi tetap mendapatkan makanan terbaiknya yaitu ASI.
Beberapa kantor atau perusahaan dapat memberikan tempat dan waktu khusus untuk ibu-ibu menyusui bayinya. Hal ini yang belum ada di tempat kita. Manfaat yang dapat diambil banyak sekali karena bayi tetap mendapatkan haknya memperolah ASI yang higienis, alami, murah dan menyehatkan. Siapa yang mau memulai untuk menyiapkan tempat dan waktunya? Kita tunggu terobosan ini.
Berikut ini adalah beberapa manfaat menyusui dan ASI dari beberapa aspek berikut ini yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.
1.Aspek Gizi. Kolostrum (ASI yang keluar pertama kali dan warnanya kuning, bagi orang tertentu dianggap ASI kotor sehingga dibuang). Manfaat adalah · Mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. · Berikan kolostrum pada awal-awal menyusui, untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. · Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. · Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
Komposisi ASI · ASI mudah dicerna, karena mengandung zat gizi yang sesuai dan juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI. · ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
2. Aspek Imunologik · ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. · Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. · Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan. · Lysosim, nzyme yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
3. Aspek Psikologik · Memupuk rasa percaya diri ibu dan ikatan emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI. · Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut. · Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit. Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
4. Aspek Kecerdasan · Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. · Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
5. Aspek Neurologis · Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.
6. Aspek Ekonomis · Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 6 bulan. Bahkan lebih baik diberikan ASI sampai 2 tahun yang akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.
7. Aspek Penundaan Kehamilan · Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001
Silahkan Login untuk menulis komentar pada artikel ini, atau klik menu "Daftar Member" bagi yang belum menjadi anggota agar anda bisa mengirim artikel atau komentar di situs ini
Powered by !JoomlaComment 3.25
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Artikel Terbaik
Pengunjung
![]() | Hari ini | 882 |
![]() | Kemarin | 1345 |
![]() | Minggu ini | 3372 |
![]() | Bulan ini | 9950 |
![]() | Total | 556821 |
Anggota LOGIN
Artikel Terbaru
Komisi klik 10 iklan perhari 0,10$, jika 20 referal klik 10 iklan komisi 2.00$,kalo setiap hari komisi 2.10$, jadi perminggu komisi 14.70$ Buktikan sendiri!!

DOMAIN Gratis Tanpa Syarat
Mau domain gratis untuk website anda
Tamu RC Sekarang
Ada 12 tamu onlineJumlah Anggota
Total Members : 1244Latest Member : DivingHurghada
Members Online : 0
Today : 2 Registers
This Week : 6 Registers
This Month : 18 Registers

Hub.0819.0368.1012
Pdf
Print
Email 





