Fenomena Golput
|
Di akhir penghujung tahun 2008 yang lalu, fenomena golput cukup hangat yang menimbulkan pro dan kontra. Bahkan yang lebih keras lagi ada yang mendesak agar golput dibuatkan fatwa haram oleh MUI.
Dari berbagai pilkada yang dilakukan selama ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terhadap pilkada kurang menggigit. Artinya bahwa tingkat masyarakat untuk mengikuti pilkada cukup rendah, bahkan golput mencapai angka 40% dan hampir menembus angka 50% seperti di Jateng dan Jatim. Dimungkinkan pada pemilu 2009 nanti angka golput melampaui angka 50%.
Mengapa fenomena ini terjadi? Ada beberapa hal yang dapat menjadi alasan fenomena ini antara lain karena kecewa terhadap wakilnya di DPR pusat atau daerah, hal ini dikarenakan tabiat dan perilaku wakil rakyat yang jauh dari harapan rakyat.
Mengapa mereka kecewa tehadap wakilnya yang duduk di dewan terhormat?
Dari berbagai tayangan televisi yang ada, hampir setiap rapat dewan kursi-kursi yang ada kosong sehingga rapat pengesahan undang-undang harus ditunda karena kurang memenuhi kuorum. Selain itu kehadiran anggota dewan dari berbagai partai besar yang ada rata-rata hanya 30% kehadirannya, itupun masih dipertanyakan karena ada yang hanya titip tanda tangan kehadiran (ya seperti anak sekolahan aja). Belum lagi yang datang hanya untuk bisa tidur di kursi yang empuk dan ketika bangun udah dapat uang.
Lalu kalau mereka sering bolos ngantor atau sidang kapan pembahasan UU akan segera tertangani? Yang ada adalah tumpukan draft UU mungkin yang sudah puluhan tahun atau draft yang sudah lusuh karena dimakan kecoa dan tikus. Atau mungkin suatu UU akan terus menumpuk kalau tidak ada uang pelicinnya seperti yang terjadi pada UU perbankan yang menyeret Hamka Yandhu dkk pada periode 1999 – 2004. Demikian juga dalam alih fungsi hutan yang melibatkan Al Amin Nasution, Yusuf Erwin Faisal dan Azzirwan. Dan mungkin pada setiap kali pengesahan UU yang lain yang tak terungkap.
Selain itu menurut catatan Sebastian S (Formappi) disinyalir anggota dewan yang terhormat beberapa kali mengadakan studi banding ke berbagai Negara seperti Swiss, Argentina, Jerman, Australia dll dengan tujuan dan hasil yang tak jelas. Biaya mereka adalah dari rakyat yang sudah mempercayakannya untuk duduk di dewan yang terhormat.
Mereka tidak menyadari bahwa kompensasi yang diterima oleh anggota dewan untuk setiap bulan tak kurang dari Rp. 100 juta (bahkan menurut Sebastian (Formappi) anggaran yang ada untuk satu tahun rata-rata anggota dewan bisa mendapatkan 2 M). Bagaimana kalau dana yang 2 M untuk setiap anggota dewan diberikan kepada anak-anak yang kelaparan dan tak pasti masa depannya, gak adil rasanya hidup di negeri ini.
Pernah lihat gedung DPR dan memperhatikan sekelilingnya? Yup kita dapat melihat deretan mobil mewah di kantor wakil rakyat yang terhormat. Persis dan layak disebut showroom mobil-mobil mewah. Mereka tak merasakan bagaimana rakyat yang dipimpinnya hidup sengsara dan tak tahu besok bisa makan atau tidak atau saat sekarang tidurpun diusir-usir terus di negeri yang merdeka ini.
Jadi menurut saya harus ada kontrak politik yang jelas antara pemilih dan yang dipilih. Jangan sampai rakyat dininabobokkan janji-janji manis ketika menjelang pemilu. Atau janji sekolah gratis, pengobatan gratis, sembako murah, lapangan pekerjaan dan lain-lain, yang disampaikan ketika menjelang pemilu. Komitmen mengabdi, jujur, ikhlas, berjuang demi rakyat, anti korupsi hanyalah kata-kata manis dan syair-syair indah yang menyesatkan.
Jangan salahkan kami jika golput, kalau dewan yang terhormat tidak pernah mengevaluasi diri. Sudah cukup penderitaan ini, sudah puas mendengarkan janji-janji kalian. Harus diingat kalian adalah wakil rakyat yang terhormat, sudah selayaknya kalian memperjuangkan nasib rakyat bukan mengkhianati rakyat. Jadi, salahkah jika kami golput ????? (Depok, Januari 2009)
Silahkan Login untuk menulis komentar pada artikel ini, atau klik menu "Daftar Member" bagi yang belum menjadi anggota agar anda bisa mengirim artikel atau komentar di situs ini
Powered by !JoomlaComment 3.25
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
Artikel Terbaik
Pengunjung
![]() | Hari ini | 35 |
![]() | Kemarin | 776 |
![]() | Minggu ini | 4446 |
![]() | Bulan ini | 11024 |
![]() | Total | 557895 |
Anggota LOGIN
Artikel Terbaru
Komisi klik 10 iklan perhari 0,10$, jika 20 referal klik 10 iklan komisi 2.00$,kalo setiap hari komisi 2.10$, jadi perminggu komisi 14.70$ Buktikan sendiri!!

DOMAIN Gratis Tanpa Syarat
Mau domain gratis untuk website anda
Tamu RC Sekarang
Ada 24 tamu onlineJumlah Anggota
Total Members : 1246Latest Member : Jargefaigma
Members Online : 0
Today : 0 Registers
This Week : 8 Registers
This Month : 20 Registers

Hub.0819.0368.1012
Pdf
Print
Email 





