Kam
29
Okt
2009

Tanda dan gejala ISPA

Written by Avicenna Published in: Kesehatan Comments 0 PDF Pdf Print Print Email Email

Gejala ISPA biasanya ditandai dengan gejala flu, batuk, demam dan suhu tubuh anak meningkat lebih dari 38,5 derajat celsius dan disertai sesak nafas. Sebagai pertahanan untuk melawan bakteri dan kuman yang masuk ke dalam saluran  pernafasan adalah berupa bersin, batuk disertai dahak dan ingus atau lendir yang ke luar dari hidung. Batuk dan bersin merupakan mekanisme kerja bulu-bulu halus yang berada di permukaan saluran pernapasan di hidung dan tenggorokan melawan debu, bakteri dan virus yang masuk supaya keluar dari tubuh. Apabila batuk juga disertai lendir atau skutum (dahak) yang berwarna hijau dan kental, hal itu menandakan terjadi infeksi di dalam saluran tersebut.anda bisa baca selengkapnya di sini

 

Klasifikasi ISPA. Program Pemberantasan ISPA (P2 ISPA) menggolongkan ISPA ke dalam:

• Pneumonia berat: ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada kedalam (chest indrawing).

• Pneumonia: ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.

• Bukan pneumonia: ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat.

 

Penyulit ISPA

Penyulit yang sering terjadi adalah:

a.    Infeksi bakterial: otitis media, sinusitis, bronkitis, bronkopneumonia dan pleuritis. Juga dapat diamati dari sputum yang semula berwarna kunng berubah menjadi hijau.

b.    Pneumonia karena virus

Sangat banyak terjadi, banyak yang mengatakan oleh karena perluasan infeksi virus itu sendiri. Pendapat lain yang banyak dianut bahwa sebenarnya pneumonia adalah oleh infeksi sekunder bakteri.

c.    Induksi bronkokonstriksi atau peningkatan bronkokonstriksi pada penderita PPOM

Pada penderita ini sering akan mengalami sesak nafas dengan adanya ISPA oleh karena virus.

 

Penatalaksanaan ISPA. Penanganan ISPA dilakukan dengan berbagai tingkat dari hanya cukup dirawat di rumah sampai harus rawat inap di rumah sakit.

·         Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik parenteral, oksigen dan sebagainya.

·         Pneumonia: diberi obat antibiotik kotrimoksasol peroral. Bila penderita tidak mungkin diberi kotrimoksasol atau ternyata dengan pemberian kontrmoksasol keadaan penderita menetap, dapat dipakai obat antibiotik pengganti yaitu ampisilin, amoksisilin atau penisilin prokain.

·         Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. Diberikan perawatan di rumah, untuk batuk dapat digunakan obat batuk tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang merugikan seperti kodein,dekstrometorfan dan, antihistamin. Bila demam diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol. Penderita dengan gejala batuk pilek bila pada pemeriksaan tenggorokan didapat adanya bercak nanah (eksudat) disertai pembesaran kelenjar getah bening dileher, dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman streptococcuss dan harus diberi antibiotik (penisilin) selama 10 hari. Tanda bahaya setiap bayi atau anak dengan tanda bahaya harus diberikan perawatan khusus untuk pemeriksaan selanjutnya.

 

Pencegahan ISPA. Berbagai sstrategi yang dapat dilakukan untuk pencegahan dan pemberantasan ISPA oleh masyarakat di antaranya adalah  :

a.   Pentingnya pemberian makanan bergizi.

Bayi dan anak balita yang mempunyai gizi baik jarang yang menderita penyakit yang serius oleh karena tubuhnya dapat menangkal infeksi. Pnemonia yang menyerang bayi yang mendapat susu botol ialah 2 x lipat banyaknya dibanding bayi yang mendapat ASI. Diet makanan yang mengandung Vitamin A dari buah-buahan berwarna kuning serta sayuran juga dapat mencegah infeksi.

b.   Pentingnya Pemberian Imunisasi

Pemberian imunisasi lengkap harus sudah selesai pada bayi umur 1 tahun. Apabila karena sesuatu alasan, hal ini tidak tercapai maka bayi/anak harus di imunisasi sesegera mungkin. Penyakit ringan yang sering menyertai anak bukan merupakan alasan bagi ibu untuk tidak membawa anaknya kepada petugas imunisasi. Ada beberapa penyakit saluran nafas yang serius, diantaranya ialah batuk rejan, tuberkulosis dan campak.

c.   Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang padat akan mempercepat penularan batuk. Meludah disembarangan tempat dan bersin di depan anak-anak juga akan memudahkan penularan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal serumah dengan perokok lebih sering dirawat di Rumah Sakit oleh karena menderita ISPA dibanding dengan anak-anak dari keluarga yang tidak merokok. Oleh karena itu udara yang bersih dan ventilasi yang cukup merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua untuk mencegah penularan ISPA. Selain itu bila anak menderita ISPA sebaiknya istirahat dulu untuk aktifitas berkumpul dengan anak lain karena akan mudah sekali terjadi penularan.

komentar
Search
Silahkan Login untuk menulis komentar pada artikel ini, atau klik menu "Daftar Member" bagi yang belum menjadi anggota agar anda bisa mengirim artikel atau komentar di situs ini

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 30 Maret 2010 17:14 )
 

Artikel Terbaik

Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini613
mod_vvisit_counterKemarin1402
mod_vvisit_counterMinggu ini6680
mod_vvisit_counterBulan ini3538
mod_vvisit_counterTotal550409

Anggota LOGIN



Anda akan dibayar 0,10$ periklan yang kamu klik
Komisi klik 10 iklan perhari 0,10$, jika 20 referal klik 10 iklan komisi 2.00$,kalo setiap hari komisi 2.10$, jadi perminggu komisi 14.70$ Buktikan sendiri!!

CO.CC:Free Domain
DOMAIN Gratis Tanpa Syarat
Mau domain gratis untuk website anda

Tamu RC Sekarang

Ada 31 tamu online

Jumlah Anggota

Total Members : 1233
Latest Member : woodany
Members Online : 0
Today : 2 Registers
This Week : 11 Registers
This Month : 7 Registers

Hub.0819.0368.1012