ABORSI
|
Aborsi telah menjadi masalah bagi bangsa Indonesia umumnya. Dalam UU kesehatan aborsi hanya dibenarkan jika membahayakan kesehatan ibunya, itupun dengan beberapa syarat tertentu. Namun praktik aborsi ilegal telah menjadi aktifitas sebagian remaja, dukun dan tenaga kesehatan yang tak bertanggung jawab. Mereka hanya mengejar keuntungan materi semata tanpa melihat dampak dan akibat lebih jauh serta hukum Allah.
Berikut ini adalah kisah yang dapat menjadi pelajaran: Seorang remaja masih kuliah datang ke dukun dengan berharap banyak dukun tersebut mau menggugurkan kandungannya. Tetapi sang dukun bayi bersikukuh bahwa dia takut hukuman Tuhan nantinya. Dengan di temani pacarnya yang seorang anggota dan sudah mempunyai istri, remaja tersebut tetap berharap dukun tersebut mau menggugurkan kandungannya. Dukun mengatakan ”sampai kapanpun saya tidak mau menggugurkan perbuatan bejat kamu”.
Beberapa bulan kemudian anaknya dilahirkan di rumah sakit dan mengajak dukun bayi tersebut untuk ikut serta. Setelah melahirkan bayi tersebut langsung diberikan kepada dukun bayi. Harapannya sekarang bukan membantu menggugurkan kandungan tetapi diberikan bayi yang masih orok agar dijadikan anak sang dukun dengan hanya di beri beberapa uang untuk membawa pulang ke rumah dukun dan membesarkannya.
Seminggu kemudian dia datang dengan memberi beberapa lembar uang untuk membeli susu. Lalu 2 bulan kemudian dia datang lagi dengan membawa beberapa lembar puluhan ribu. Setelah itu tak pernah datang sampai beberapa waktu lamanya.
Ketika anak tersebut menginjak usia 1 tahun lebih, sang ibu datang dengan membawa anak orok lagi hasil hubungannya dengan orang yang sama. Tujuannya datang adalah dengan maksud yang sama yaitu ingin memberikan bayi orok kepada dukun tersebut. Lalu dia berkata ”Enak sekali, kamu yang buat saya yang susah untuk membesarkan anaknya. Untuk kali kedua dia menolak orok bayi tersebut. (cerita dukun anonim)
Demikian hanya satu contoh dari kisah yang terjadi di masyarakat kita. Belum lagi kasus yang sering terungkap seperti adanya kuburan bayi di rumah dukun X atau adanya praktik ilegal oleh dr. Y. Mungkin ada ratusan atau ribuan kisah yang hampir sama. Oleh karena itu marilah kita membahas tentang aborsi ini agar kita dapat mengantisipasinya.
Secara medis, aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu, yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Tindakan aborsi mengandung risiko yang cukup tinggi, apabila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. Berikut ini berbagai cara melakukan aborsi yang sering dilakukan:
Adapun alasan mereka melakukan tindakan aborsi tanpa rekomendasi medis adalah:
Aborsi yang dilakukan secara sembarangan sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil bahkan sampai berakibat pada kematian. Perdarahan yang terus menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian wanita yang melakukan aborsi. Selain itu aborsi berdampak pada kondisi psikologis dan mental seseorang dengan adanya perasaan bersalah yang menghantui mereka. Perasaan berdosa dan ketakutan merupakan tanda gangguan psikologis.
Demikian bahaya dan berisiko tindakan aborsi ini maka sebaiknya berpikirlah ribuan kali untuk melakukannya. Marilah selagi masih bisa mencegah, cegahlah tindakan aborsi demi kesehatan dan keselamatan kecuali ada kondisi khusus yang mengharuskan. (Januari 2009). |
Artikel Terbaik
Pengunjung
![]() | Hari ini | 52 |
![]() | Kemarin | 1426 |
![]() | Minggu ini | 52 |
![]() | Bulan ini | 26921 |
![]() | Total | 367302 |
Anggota LOGIN
Artikel Terbaru
Komisi klik 10 iklan perhari 0,10$, jika 20 referal klik 10 iklan komisi 2.00$,kalo setiap hari komisi 2.10$, jadi perminggu komisi 14.70$ Buktikan sendiri!!

DOMAIN Gratis Tanpa Syarat
Mau domain gratis untuk website anda
Tamu RC Sekarang
Ada 48 tamu onlineJumlah Anggota
Total Members : 945Latest Member : LekbiaseSaice
Members Online : 0
Today : 0 Registers
This Week : 0 Registers
This Month : 54 Registers

Hub.0819.0368.1012
Pdf
Print
Email 




